
Mengenal Rafflesia Hasseltii, Bunga Langka Ditemukan di Sumatra Setelah 13 Tahun
Rafflesia Hasseltii
Ukuran Dan Bentuk Bunga
- Diameter bunga umumnya 30–40 cm, lebih kecil dibanding R. arnoldii.
- Memiliki 5 kelopak besar berpola khas mirip batik, menjadikannya salah satu spesies Rafflesia paling indah.
Warna
- Dominan warna merah bata atau coklat kemerahan.
- Memiliki bintik-bintik putih atau krem di seluruh permukaan kelopak.
- Pola bintik lebih rapat dibanding spesies lain, sehingga tampak seperti motif batik.
Aroma
- Mengeluarkan bau busuk khas “bangkai”, yang berfungsi menarik serangga penyerbuk (terutama lalat).
Anatomi Khusus
- Tidak memiliki batang, daun, maupun akar.
- Termasuk holoparasit, hidup sepenuhnya tergantung pada inang
- Tumbuh sebagai jaringan parasit di dalam batang inang dan hanya muncul ke luar ketika mekar.

🌺 Rafflesia hasseltii
Rafflesia hasseltii adalah salah satu spesies bunga parasit dari keluarga Rafflesiaceae yang dikenal sebagai salah satu bunga Rafflesia paling menarik secara visual karena pola kelopaknya yang unik seperti motif batik.
Pada 18 November 2025, sebuah tim peneliti akhirnya berhasil menyaksikan mekarnya Rafflesia hasseltii di hutan hujan tropis di kawasan Hiring Batang Somi, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat — setelah sekitar 13 tahun bunga ini tak terlihat mekar di alam liar. detikTravel+2ANTARA News+2 Saat momen ini terekam — dipimpin oleh pemandu lokal Septian Andriki (dikenal “Deki”) bersama ilmuwan dari University of Oxford Botanic Garden and Arboretum, Chris Thorogood — suasana haru menyelimuti tim; tangisan haru dan rasa syukur pun tak tertahankan melihat bunga langka ini mekar kembali. ABC+2detikcom+2
Penemuan ini bukan sekadar catatan ilmiah. Bagi para konservasionis dan peneliti, melihat Rafflesia hasseltii mekar untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade adalah bukti nyata bahwa meskipun sangat langka, spesies ini masih ada — asalkan habitatnya terjaga. detikinet+2Centrea – Pusatnya Berita Terkini+2 Fakta bahwa bunga ditemukan di luar kawasan konservasi, di hutan dikelola masyarakat, menegaskan bahwa perlindungan tidak boleh hanya dilakukan di taman nasional atau cagar alam — melainkan juga lewat kerja sama dengan komunitas lokal dan pengelolaan hutan berbasis masyarakat. detikTravel+1
Kisah penemuan ini juga mengingatkan kita akan betapa rapuhnya keberadaan flora langka seperti Rafflesia hasseltii. Populasinya sangat kecil, mekarnya sangat jarang dan singkat, serta bergantung pada kondisi habitat dan tumbuhan inang tertentu. Dengan adanya penemuan ini, semoga makin menyadarkan banyak pihak akan pentingnya konservasi dan pelestarian hutan sebagai rumah bagi keanekaragaman hayati yang tak ternilai.
Momen Haru dan Emosional
Ketika bunga itu akhirnya mekar — malam hari, di tengah hutan terpencil dan habitat alami hewan liar seperti harimau Sumatra — suasana haru menyelimuti tim. Deki digambarkan “jatuh menangis” ketika melihat kelopak bunga perlahan terbuka di depan mata mereka. ABC+2ABC+2
Sang ilmuwan asing pun tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Menurut Chris Thorogood, Rafflesia hasseltii adalah “salah satu yang paling indah”, dan menyaksikan mekarnya secara langsung adalah pengalaman yang “magis dan tak terlupakan”. ABC+1
Kisah ini menyentuh banyak orang—bukan hanya para ilmuwan atau konservasionis, tetapi juga publik luas — sebagai pengingat bahwa alam tetap menyimpan keajaiban, terutama di hutan tropis yang relatif jarang dijamah manusia.
Implikasi Konservasi & Pelajaran Penting
Fakta bahwa R. hasseltii ditemukan di hutan rakyat — di luar kawasan lindung — menunjukkan bahwa banyak populasi tumbuhan langka ini mungkin tersebar di lahan masyarakat. Ini menegaskan pentingnya konservasi berbasis komunitas. detikTravel+2matapersindonesia.com+2
Penemuan ini memberi harapan baru bagi penelitian ilmiah dan konservasi flora endemik Indonesia. Momen ini juga menekankan bahwa menjaga hutan — bukan hanya taman nasional — sangat vital untuk kelangsungan spesies langka. Tinewss – Berimbang Mengabarkan+2Tinewss – Berimbang Mengabarkan+2
Selain aspek ilmiah dan konservasi, peristiwa ini berdampak emosional — menyadarkan banyak pihak akan keindahan, kerentanan, dan nilai luhur dari keanekaragaman hayati.
Makna Simbolis dan Harapan ke Depan
Penemuan Rafflesia hasseltii setelah sekian lama hilang dari pengamatan manusia bukan sekadar kemenangan bagi sains, melainkan simbol optimisme bagi pelestarian alam. Momen ini memotivasi lebih banyak peneliti, masyarakat lokal, dan lembaga konservasi untuk terus menjaga hutan — karena di sana tersimpan keajaiban yang mungkin belum kita kenal.
Semoga penemuan ini membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut, edukasi publik, dan penguatan upaya pelestarian alam agar spesies langka seperti Rafflesia hasseltii tetap lestari untuk generasi mendatang.
Perbedaan Antara Rafflesia Hasseltii Dan Rafflesia Arnoldii, Serupa Tapi Tak Sama

R. Hasseltii
R.Arnoldii

| aspek | Rafflesia Hasseltii | Rafflesia Arnoldii |
| Warna Perigon | Helai perigon (mahkota bunga) berwarna merah marun memiliki bercak putih yang lebar dan dominan, serta berbentuk persegi panjang yang tidak teratur. | Helai perigon (mahkota bunga) berwarna oranye (merah kekuning-kuningan) sampai oranye tua memiliki bercak diatas perigon memiliki bercak dua ukuran, besar dan kecil yang berwarna lebih muda dibandingkan warna dasarnya, dengan gradasi warna putih hingga oranye muda. |
| Jumlah Perigon | 4-6 Buah | 5 Buah |
| Ukuran bunga mekar | Ukaran bunga saat mekar 35-50cm, ada juga yang mencapai 70cm | Ukuran bunga saat mekar berkisar 70-110cm |
| Warna diaphragma | Permukaan atas diaphragma berwarna dasar putih kemerahan dengan bercak merah, bentuknya bulat, dan berukuran kecil. | Diaphragma terdapat bercak berwarna putih atau oranye muda yang dikelilingi dengan lingkaran berwarna oranye tua. Warna permukaan atas diaphragma berwarna lebih muda atau sama dari warna helai perigon. |
| Jumlah ramenta | Bunga ini memiliki 2 tipe ramenta yaitu, crateriform dan tipe jamur. | Tipe ramenta pada bunga ini yakni filiform. |
| Jumlah Prosesi | Prosesi bunga terdiri dari 15-24 buah yang berbentuk kerucut pipih, berwarna coklat di bagian ujung atas, dan akan berangsur-angsur berwarna putih gading di bawah. | Prosesi bunga terdiri antara 30-50 buah dengan tipe kerucuk sederhana, adapun bunga jantan dengan arther memiliki prosesi 36-40 buah. |
| Lingkup sebaran bunga Rafflesia | Bunga ini dapat dijumpai di Taman Nasional Kerinci-Seblat (Jambi), Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (Riau) dan kawasan Bangko dan Sarolangun. namun, bunga ini juga dapat dijumpai di luar Sumatera di Tanjung Datu, sisi bagian Sarawak. | Bunga ini memiliki sebaran geografis yang paling luas, yaitu di sepanjang barat sisi Pegunungan Bukit Barisan dari Aceh di barat laut sampai dengan Lampung di tenggara. |

Rafflesia Hasseltii
Penemuan mekarnya bunga Rafflesia hasseltii di Sijunjung, Sumatra Barat, menarik perhatian publik dan para peneliti. Setelah pencarian panjang hingga 13 tahun, spesies langka ini akhirnya ditemukan mekar sempurna di tengah hutan hujan yang masih terjaga. Warna merah darah dengan bercak putih di kelopaknya membuat kemunculannya tampak mencolok.
Buy your copy of The Stories Book
Outside Europe? View international editions.
Got questions?
Feel free to reach out.
TJKT1 Kelompok 2
TJKT1 Kelompok 2